Guru di Bandung

Pengelola blog mandallawangi.blogspot.co.id adalah salah satu guru saya di Bandung, Jawa Barat. Beliau mengajarkan banyak tentang khasanah keilmuan dan budaya pesantren. Cerita-cerita beliau dikala masih nyantri di Pesantren Cipasung Tasikmalaya dan Krapyak Yogyakarta, membuat saya merasakan suasana hidup di pesantren. Banyak sekali pesan-pesan beliau yang membekas di pikiran saya dan menjadi ‘JALAN NINJAKU’.

Salah satunya seperti pentingnya pengamalan ilmu tashawwuf -tazkiyatun nafs/akhlak- untuk melihat manusia, sehingga timbul semangat memanusiakan manusia. Meskipun perilakunya sudah berada jauh melewati norma-norma manusia.

Salah duanya, penerapan tawasuth (moderat), tasamuh (toleransi), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil) dalam kehidupan sehari-hari mampu membawa diri untuk bersikap,
(1) tidak memaksakan keyakinan pada orang lain, karena keyakinan urusannya dengan nyawa. Kalau dipaksakan bisa saling bunuh-membunuh. #BakalRuwet,
(2) tidak menjadi ektrimis atau radikalis saat beragama karena perbedaan adalah rahmat Ilahi. Allah Maha Kuasa, kenapa umat tidak diciptakan sama bangsa dan pemikirannya? #Mikir, Kalau kita diserang dulu? niatnya kita bertahan, melindungi hak-hak kita, ketentuan detailnya sudah jelas,
(3) lebih banyak merangkul, kayak amar ma’ruf nahi mungkarnya wali songo dan ulama-ulama pesantren gituu. Anda beda? ya silahkan, ini negara demokrasi bro!. Orang yang bilang demokrasi itu thoghut aja masih boleh hidup di negara demokrasi ko, jadi santai saja #OjoTegang,
(4) tidak kagetan melihat sesuatu, prinsip tauhid dasarnya adalah yang pasti ada itu Tuhan, yang pasti tidak ada ya tidak adanya Tuhan, selain itu mungkin ada atau tidak, itu butuh #Mikir dan penelitian, butuh data yang valid, kemudian baru bicara,
(5) tidak menghakimi seseorang nanti masuk surga atau tidak, karena itu hak prerogratif Gusti Allah. Ilmu tashawwuf mengajarkan yang mengantarkan ke surga itu rahmat dan fadhal-Nya bukan amal kita, jangan ditelan mentah-mentah harus belajar ilmu fiqh dulu. 
(6) masih meyakini PBNU (Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945) adalah produk ‘Piagam Madinah’ dari seluruh suku bangsa Indonesia yang disitu ada Bapak-Ibu, Ulama-ulama berbagai agama, Pakar-pakar, Saudara-saudara kita yang rela mengorbankan jiwa, raga, harta, tahta, dan keluarga (bukan Raisa ya). Jadi sudah sepantasnya kita menghormati hasil piagam madinah tersebut, karena Rasulullah juga pernah melakukan demikian. Kalau ada yang ingin dan mau merubahnya? ya silahkan, asalkan lewat jalur yang sudah ditetapkan. Jangan sampai terjadi atau minimal cari proses yang sedikit bunuh-membunuh antar saudara sendiri.

Sekian cerita singkat tentang guru saya, lebih lengkapnya lihat blog dan vlog pribadi beliau pada kolom komentar di bawah. Jangan discreenshot, karena niatnya penulis hanya untuk DIBACA dan bahan senam otak teman facebook saja. Kalau sampai nekat tetep screenshot saya laporkan Pak Polis.   

PERINGATAN: Ini jalan ninjaku, aku tidak memaksamu untuk sama atau mengikutiku, karena aku pun tak luput dari keliru, pikirku hanya mengajakmu berfikir mengenai ini itu. Kalau ini berbeda dengan pemahamanmu saat ini, jangan ragu, percaya saja pada pemahaman dan hati nuranimu. InsyaAllah akan selalu ada titik temu untuk kita bersatu, selama kita mau belajar dan mencari tahu. #SalamLemper!

Ref:
[1] Blog: http://mandallawangi.blogspot.co.id/
[1] Vlog: https://www.youtube.com/channel/UCDm1TlAzmyBt6KJBDsVOkyg

Bandung, 27 Juli 2017.
-mhy

Advertisements
This entry was posted in Islam, Opini and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s