Menteri Mei

Cita-citaku, di bulan Mei,
aku ingin jadi seorang menteri,
menteri dan juga politisi,
suka lobi sana-sini,
sampai alumni university,
minim kinerja tapi banyak aksi,
yang penting air surgawi,
mengalir deras di saku pribadi,
dalam sunyi, jauh dari berita tivi.

Enaknya jadi menteri,
di negeri imajinasi,
menteri sejati, tak pernah berhenti,
mengalahkan para staf ahli,
mondar-mandir ngurus masalah negeri,
meski bukan bidangnya resmi,
mengalahkan pencitraan rezim tirani.

Catatan ini,
dibuat di depan Gandaria City,
dengan duduk di kursi,
menunggu busway menghampiri,
mengimajinasi kursi empuk menteri,
tiap hari, di negeri imajinasi,
dijemput pajero atau lamborgini.

Jakarta, 6 April 2018
– mhy

Advertisements
This entry was posted in Opini, Puisi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s