Sederhana Begitu

Seminggu lebih ku pantau,
amati pelajari dikau,
ku banyak meninjau,
dan akhirnya terpukau,
meski tak banyak menghimbau,
tapi banyak mutiara berkilau,
kemilau pengetahuan jadi terjangkau.

Muda alay menggebu,
lekuk tubuh terlihat tapi berbaju,
punya malu?
atau ikut tren masa lalu?
kok hobi meniru?
ah jangan seperti itu.

Citra baru,
mewah elegan tak melulu,
dengan justifikasi diri tak mutu,
banyak harta diaku, naik jatayu selalu,
selfi sana-sini tunjuk barang baru,
dan sekarang itu tak berlaku.

Tren baru,
muda sederhana tapi berilmu,
pendidikan tinggi habis disapu,
argumen-argumen ilmiah diadu,
ubah obyek pamer di medsosmu.

Sekarang itu,
otak dan hati harus bersatu,
logika dan akhlak serasi berpadu,
cerdas dan integritas jadikan mutu,
selesaikan masalah dengan ilmu.

Sekarang itu,
Tua jadikan guru,
Muda diadu data dan ilmu,
tak jadi pengganggu,
tak sampai berseteru,
apalagi jadi perusuh tak punya malu,
pemimpin muda bersahaja idola setiap waktu.

Jakarta, 15 April 2018
– mhy

Advertisements
This entry was posted in Puisi and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s