Nusantara Muslim Scholars (NMS)

Nusantara Muslim Scholars (NMS) adalah komunitas yang menghasilkan website/laman pengarsipan ilmuwan muslim asal Nusantara/Indonesia dan karyanya, utamanya untuk bidang penelitian Studi Islam, yang nantinya tersinkron dengan indeks Google Scholar (GS), Scopus (S) ataupun ISI Web of Science (WoS).

Sementara ini, masih berisi pengarsipan ilmuwan muslim dan karyanya yang tersinkron dengan indeks Google Scholar (GS). Nantinya dimuat pada website muslimscholars.net. Sementara website tipe sama bisa dilihat di muslimscholars.info, muslimheritage.com, dan themuslim500.com.

Tujuan membuat laman ini adalah mengarsipkan karya para ilmuan muslim serta melihat banyaknya dampak atas karyanya tersebut, dalam hal ini berupa banyaknya sitasi yang telah diberikan. Ilmuwan muslim yang dituliskan adalah ilmuwan yang masih hidup atau sudah wafat yang memiliki akun Google Scholar dan mempunyai banyak karya serta dianggap berpengaruh di Indonesia. Ilmuwan yang belum memiliki akun Google Scholar akan kami buatkan dan apabila dikemudian hari ada hak waris meminta akun Google Scholar ilmuwan muslim tersebut maka kami akan memberikan secara sukarela dan senang hati.

Ilmuwan muslim yang kami tulis dahulu merupakan ilmuwan-ilmuwan yang menjadi sumber inspirasi dan teladan kami dalam menjalani kehidupan ini. Ilmuwan yang dianggap mengembangkan Islam Indonesia yang moderat, penuh cinta, dan berperikemanuasian yang berasal dari Nusantara yang Berkemajuan. Kalau ada pertanyaan mengenai laman ini atau komunitas NMS bisa menghubungi mheriyanto37@gmail.com.

Tokoh C2G2H2B2M2
1. Cak Nur: Prof. Dr. Nurcholis Madjid (S1 ’65 S2 ’68 UIN Jakarta, S3 ’84 Univ. Chicago) [Google Scholar*]
2. Cak Nun: Emha Ainun Nadjib (Budayawan, Satyalencana Kebudayaan ’10) [Google Scholar*]
3. Gus Dur: Dr. (H.C. +- 10 Univ.) Abdurrahman Wahid (Presiden RI ke-4, S1 ’70 Univ. Baghdad) [Google Scholar] [Web]
4. Gus Mus: Dr. (H.C. ’09 UIN Yogyakarta) Ahmad Mustofa Bisri (Bintang Budaya Parama Dharma ’15, S1 ’70 Univ. al-Azhar) [Google Scholar] [Web]
5. Habib Quraish: Prof. Dr. Muhammad Quraish Shihab (S1 ’67, S2 ’69, S3 ’82 Univ. al-Azhar) [Google Scholar*]
6. Habib Luthfi: Muhammad Luthfi bin Yahya (Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah) [Web]
7. Buya Hamka: Prof. Dr. (H.C. Univ. al-Azhar) H. Abdul Malik Karim Amrullah [Google Scholar] [Web]
8. Buya Syafii: Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif (S1 ’68 IKIP Yogya, S2 ’80 Univ. Ohio, S3 ’83 Univ. Chicago) [Google Scholar] [Web]
9. Mbah Sahal: Dr. (H.C. ’03 UIN Jakarta) Mohammad Ahmad Sahal Mahfudh (Rais ‘Aam PBNU (1999-2014) dan Ketua Umum MUI (2000-2014)) [Google Scholar]
10. Mbah Hasyim: Dr. (H.C. ’06 IAIN Surabaya) Ahmad Hasyim Muzadi (S1 ’69 IAIN Malang) [Google Scholar]

+ Syekh Nawawi: Nawawi al-Bantani [Google Scholar]

Keterangan
* sudah dikelola Beliau sendiri atau ahli warisnya.

Terbit pertama: Banyuwangi, 21 April 2017
Update terakhir: Jakarta, 16 April 2018
– Nusantara Muslim Scholars (NMS)

Advertisements