Tag Archives: puitis

Penguasa?

Negeri seberang sana, sedang ribut pemilukada, berebut kuasa negara, memanfaatkan rakyat jelata, untuk menuju istana. Politikus akan berkuasa, pajak dikumpulkan semua, dengan segala retorika, untuk membangun bangsa, menuju kemajuan sepanjang masa, sewaktu kampanye di media. Akhirnya berkuasa, makelar dan mafia … Continue reading

Posted in Opini, Puisi | Tagged | Leave a comment

Masa Lalu

Biarlah masa lalu, menjadi kenangan yang berlalu, menempa segala perilaku, untuk jadi yang baru. Tak ada masa depan, tanpa masa lalu yang menyadarkan, kedepan akan jadi persoalan, memeras tenaga dan pikiran. Masa lalu jangan dihakimi, dengan segala bijaksanaan masa kini, … Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , | Leave a comment

Kowor Pun Bicara 

Ketika politikus bicara, kowor pun menutup telinga, Ketika negarawan bersuara, kowor pun membuka lebar semua indera. Ketika pemimpin memerintah, kowor pun mengkritik disertai fakta, Ketika jelata meronta-ronta, kowor pun bersuara karena simpati dan iba. Ketika agamawan berfatwa, kowor pun siap … Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , | Leave a comment

NU Kini

Secara stuktural kami bukan anggota ormas ini, sedari MI kagum dengan lima prinsip yang dithariqahi, visioner kedepan menjaga keseimbangan negeri, dengan toleransi dan kebaruan yang berarti, dan kini itu tidak hanya mimpi, tapi sudah menjadi bukti. Sangat kagum dan hormat … Continue reading

Posted in Islam, Puisi | Tagged , | Leave a comment

Awamku Melihat Suriah

Selain untuk mendukung status facebook kami sebelumnya [Sudah bisa ditebak dari dulu sih. Ini bukan soal Sunni-Syiah. Tapi ‘harta terpendam strategis’ di Syria a.k.a Suriah. #SaveSyria. Facebook, 2018-04-14]. Kegemesan kami yang menganggap konflik utama Suriah adalah konflik sektarian Sunni-Syiah saja, padahal benang … Continue reading

Posted in Islam, Opini | Tagged , | Leave a comment

Politik, Pemilu, dan Penguasa

Jika politik itu kotor, integritas akan membersihkannya. Jika politik itu bau, cinta negeri akan mengharumkannya. Jika politik itu bengkok, tasawuf akan meluruskannya. Jika politik itu ajang cari komisi, ingat Tuhan akan menyadarkannya. Jika pemilu itu obralan janji palsu, kreativitas dan … Continue reading

Posted in Opini, Puisi | Tagged | Leave a comment

Sederhana Begitu

Seminggu lebih ku pantau, amati pelajari dikau, ku banyak meninjau, dan akhirnya terpukau, meski tak banyak menghimbau, tapi banyak mutiara berkilau, kemilau pengetahuan jadi terjangkau. Muda alay menggebu, lekuk tubuh terlihat tapi berbaju, punya malu? atau ikut tren masa lalu? … Continue reading

Posted in Puisi | Tagged , | Leave a comment

Menteri Mei

Cita-citaku, di bulan Mei, aku ingin jadi seorang menteri, menteri dan juga politisi, suka lobi sana-sini, sampai alumni university, minim kinerja tapi banyak aksi, yang penting air surgawi, mengalir deras di saku pribadi, dalam sunyi, jauh dari berita tivi. Enaknya … Continue reading

Posted in Opini, Puisi | Tagged , | Leave a comment

Sensasi 2018

Pada tahun politik ini, jelata sampai elit ingin unjuk gigi, menebar sensasi sana-sini. Sensasi yang menembus toleransi, acuh pada norma, agama, dan logika akademik, duh miris sekali. Tak tahu malu menawarkan diri, jualan kesana-kemari tanpa mawas diri, seolah lupa akan … Continue reading

Posted in Opini, Puisi | Tagged | Leave a comment

Episode Nulis

Tepat jam 04.31, dikala dingin menyelimuti kalbu dan relung tubuhku, terbesit sejenak dalam pikiranku, kenapa selama ini tak berbagi tulisan via blog/wordpress ?. Ah, aku mah apa atuh. …terdengar lantunan qira’at (red : seni baca qur’an) mendayu-dayu membuat diri ini … Continue reading

Posted in Opini | Tagged , , | Leave a comment